Bismillah......
Tidak seperti biasanya, hari ini, kamis, cangkir kopi ku mengebulkan aroma nikmat white coofee yang punya ikon "bongkar". Entah kenapa saat pertama kali menyeruput lidah ku sudah terasa nyaman dengan rasanya, dan semenjak itu laci meja kerja ku berubah fungsi menjadi gudang white coofee hhmmm.......senangnya. Tapi cangkir kopi ku justru protes dan akupun diintrogasi "kenapa hari ini aku harus melayani mu seharusnyakan aku libur senin - kamis ?"
Akupun menampakkan raut wajah sedih ku, seharusnya hari ini aku memanjakan Pemilik jiwa raga ku, Allah SWT, dan mematuhi kebiasaan Junjungan ku, Rasul ku, Muhammad SAW. Kebiasaan yang memberikan kedamaian di hati, belajar istiqomah melakukan puasa sunah. tetapi hari ini aku tidak melaksanakannya. Mata ku menatap cangkir kopi yang selalu setia menemani ku bekerja dari jam 7.30 hingga jam 19.00 wib, it's my inspirated friend, aku bangga padanya.Lantas kenapa aku melalaikan hari raja ini ? Nah, begini ceritanya;
Aku sangat bersyukur sekali, kalaulah bukan karena kebaikan my veri very Best Friend, Allah SWT, manalah mungkin hampir di setiap hari kamis aku selalu mendapat rejeki. Begitupun kemarin selepas solat maghrib, seorang teman mengampiri ku dengan membawa dua kotak; kotak kecil berisi snack & kotak besar berisi nasi dan lauk pauknya, alhamdulillah.... mereview pekerjaan ditemani snack, nikmatnya!
Nasi, ku bawa pulang untuk hidangan sahur, tiba waktunya sebelum ku santap seperti biasa ku cicipi terlebih dahulu. Subhanallah, belum rejeki ku rupanya, ternyata nasi & lauk pauk ini sudah tidak enak untuk disantap. Aku urung sahur dan dengan perasaan sedih aku juga mengurungkan puasa sunah. Iihh... cemen, masak cuma gara-gara gak makan sahur menunda niat? Persoalan bukan terletak pada sahur dan tidaknya, tetapi gara-gara mencicipi makanan tadi lidah ku menjadi panas. Rupanya bakteri yang sudah mulai berkembang biak dalam makanan tersebut sempat mampir di lidahku saat mencicipi makanan tadi. Begitu cepatnya kinerja bakteri ini, luar biasa!
Secara, makanan ini sudah tidak memberi manfaat kepada tubuh manusia ku, tetapi pasti masih ada manfaatnya bagi yang lain. Aku yakin itu, karena Allah sudah merancang eko system kehidupan yang selalu ada penyeimbang. Terngiang pesan embahti (nenek) di benak ku, Beliau sangat menghargai setiap rejeki yang diberikan dan paling marah bila aku membuang makanan atau sisanya ;
"Jangan biasakan membuang makanan, masih banyak yang memerlukannya. Kasihkan saja pada hewan; kucing, ayam, bebek bahkan tikus, itu lebih baik. Setiap perbuatan baik selalu ada manfaatnya".
Mendiang Embahti tidak pernah mengada-ada, semua nasehatnya selalu memberikan kebaikan kepada ku, tentunya juga dalam hal sisa makanan ini, seperti biasa aku coba brosing dan mintakan petunjuk kepada Kaidah, ternyata embah Google pun mengiyakan nasehat Embahti ku tercinta;
Dan Allah berfirman dalam Al Qur'an;
“Sesungguhnya Alloh tidaklah menzholimi seseorang walaupun sebesar
zarrah, dan jika ada kebajikan sebesar zarrah, niscaya Alloh akan
melipatgandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar”. (QS. an-Nisa [4]: 40)
“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah-pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya”. (QS. Az-Zalzalah [99]: 7)
Rosululloh juga bersabda:
(( لَا تَحْقِرَنَّ مِنَ اْلمَعْرُوْفِ شَيْئاً ))
“Janganlah kamu memandang remeh sekecil apapun suatu kebaikan”.
(HR. Muslim)
Sangatlah meruginya diri ku bila kotak berisi nasi dan lauk pauk ini ku buang percuma begitu saja. Seperti nasehat embahti, masih ada manfaatnya bagi ku maupun bagi tikus. Di belakang dekat jemuran di sana ada tumpukan kayu dan di situ aku pernah melihat tikus. Hai! Kenapa harus tikus ? Itukan binatang menjijikan dan lagi penyebar virus, tikus tidak bermanfaat! Lantangnya sahabat ku mencibir perbuatan berbaik ku pada tikus.
Apa salahnya tikus?
Uztad Yusuf Mansyur, insyallah karena sedekahnya yang istiqomah pada semut, dia dibebaskan dari hukuman penjara di samping kekuatan imannya kepada Allah SWT. Aku mantap melakukan ini apalagi ku yakin pada perkataan mendiang ibu ku, "Tidak ada satupun ciptaan Allah yang tidak bermanfaat. Allah tau betul dengan apa yang diciptakan-NYA. Berkata dan bersikap baiklah terhadap semua ciptaan Allah, karena itu tandanya kamu bersyukur dan menghormati diri mu, nak."
Tikus, dalam pandangan mata manusia awan, adalah binatang yang merugikan karena fisik dan kebiasaan hidupnya sangat menjijikkan; bau dan penyebar virus. Betul! Tetapi bisakah kita melihat tikus dari sisi baiknya? Yakni dari sisi penciptaannya
Tikus yang dipandang merugikan bagi kalangan orang biasa, tetapi tidak
bagi sebagian kalangan. Manusia dilebihkan dengan akal namun sering kali
manusia merasa dirinya lebih bermanfaat dari pada makhluk lainnya.
Pengetahuan manusia amatlah terbatas.
“Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka
(QS Ali Imran: 191)
Tikus termasuk hewan mamalia karena berkembang biak dengan beranak. Menurut ekosistemnya tikus terbagi dalam;
1. Tikus Got
Hidupnya di dalam got, tubuhnya tambur karena kerakusannya memakan apa saja yang ada di depannya.
2. Tikus Rumah/tikus coklat
Hidupnya di rumah-rumah, gerakannya lincah dengan tubuh tidak terlalu besar, lebih pintar.
3. Tikus Curut,
Tubuhnya kecil, lebih hitam dan mengeluarkan bau yang sangat menyengat.
BEBERAPA MANFAAT TIKUS BAGI KEHIDUPAN MANUSIA;
1. Obyek penelitian. Para peneliti medis mengambil manfaat tubuh tikus sebagai obyek penelitian. Suatu penemuan yang berhubungan dengan obat-obatan, sebelum dipergunakan untuk konsumsi tubuh manusia, terlebih dahulu diuji cobakan pada tikus untuk kemudian diambil diagnosanya. Bahkan, dari hasil penelitian, tikus telah digunakan untuk teknik jaringan, sebuah
proses yang kontroversial dimana tikus dapat menumbuhkan kulit dan
tulang rawan untuk ditransplantasi pada manusia.
2. Sumber protein hewani. Untuk beberapa negara dan daerah yang tingkat kehidupannya mengalami kekurangan atau kesulitan memperoleh sumber protein seperti saudara-saudara kita yang tinggal di Afrika, Cina, Korea bahkan di Manado dan Papua, tikus tanah/sawah atau Bandikut banyak dikonsumsi sebagai sumber protein hewani keluarga. Tidak terlalu jelek karena kandungan yang ada dalam daging tikus tanah cukup tinggi.
3. Sumber Pendapatan. Tikus sawah atau bandikut dapat menjadi sumber pendapatan rakyat. Selain karena daging tikus sawah/tanah atau Gambia mengandung zat-zat yang dibutuhkan manusia untuk mengobati kanker dan menghambat perkembangan sel-sel kanker serta dapat menjadi antioxsidant. Daging tikus sawah diolah menjadi berbagai panganan dengan rasa dan sajian yang berselera.
4. Komoditas Ekspor. Berawal dari penyerangan tikus sawah yang merambah pertanian wilayah Jogjakarta dan sekitarnya secara membabi buta, maka Dinas Pertanian bekerjasama dengan Pusat Studi Pengendalian Hayati (PSPH) UGM membuahkan dua hal, yaitu pelatihan pengendalian hama tikus
berkelanjutan dan upaya penangkaran burung hantu sebagai musuh alami.
Kepala PSPH UGM Prof Dr Ir Soeprapto Mangoendihardjo saat dihubungi Pembaruan di kantornya, baru-baru ini, mengatakan, ide yang ditawarkan termasuk menjadikan tikus sebagai komoditas ekonomi.
Bukan hanya kulit yang dimanfaatkan sebagai bahan baku kerajinan, tetapi juga daging tikus mampu dijadikan komoditas ekonomi. Antara lain sebagai bahan pangan yang diolah untuk manusia maupun pakan ternak.
Menurutnya, tikus sebagai bahan pangan untuk manusia saat ini sudah banyak dikembangkan. Antara lain di wilayah Godean Sleman, dan Ambarawa. Daging tikus olahan yang disebut karkas hanya terdiri dari bagian badan tidak termasuk kepala dan jeroan. Bagian kepala dan jeroan masih bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku pakan ternak sebagai pengganti konsentrat yang sangat diperlukan untuk pakan ikan atau yang lainnya.
Kepala PSPH UGM Prof Dr Ir Soeprapto Mangoendihardjo saat dihubungi Pembaruan di kantornya, baru-baru ini, mengatakan, ide yang ditawarkan termasuk menjadikan tikus sebagai komoditas ekonomi.
Bukan hanya kulit yang dimanfaatkan sebagai bahan baku kerajinan, tetapi juga daging tikus mampu dijadikan komoditas ekonomi. Antara lain sebagai bahan pangan yang diolah untuk manusia maupun pakan ternak.
Menurutnya, tikus sebagai bahan pangan untuk manusia saat ini sudah banyak dikembangkan. Antara lain di wilayah Godean Sleman, dan Ambarawa. Daging tikus olahan yang disebut karkas hanya terdiri dari bagian badan tidak termasuk kepala dan jeroan. Bagian kepala dan jeroan masih bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku pakan ternak sebagai pengganti konsentrat yang sangat diperlukan untuk pakan ikan atau yang lainnya.
Pusat Studi Pengendalian Hayati UGM adalah salah satu mitra Pemerintah
Kabupaten Sleman dalam upaya penanggulangan hama tikus sawah yang
berkelanjutan. Dampaknya, kini Sleman telah siap untuk menjadi eksportir
barang-barang kerajinan sejenis sarung golf yang terbuat dari kulit
tikus.
Di luar negeri, sarung tangan golf dari kulit tikus dianggap memiliki keunggulan karena relatif lebih tipis, kuat, dan enak dipakai dibanding kulit binatang lainnya seperti kerbau dan sapi. Karena itu, harga jualnya dalam dolar AS relatif tinggi sehingga akan menambah nilai ekspor dari Sleman yang pada gilirannya meningkatkan PAD dan kesejahteraan masyarakat. (Suara Pembaruan Daily - Minggu, 24 Juni 2001).
Di luar negeri, sarung tangan golf dari kulit tikus dianggap memiliki keunggulan karena relatif lebih tipis, kuat, dan enak dipakai dibanding kulit binatang lainnya seperti kerbau dan sapi. Karena itu, harga jualnya dalam dolar AS relatif tinggi sehingga akan menambah nilai ekspor dari Sleman yang pada gilirannya meningkatkan PAD dan kesejahteraan masyarakat. (Suara Pembaruan Daily - Minggu, 24 Juni 2001).
'Syukur nikmat'- itulah yang menjadi alasan ku untuk sedikit berbaik hati pada tikus-tikus yang ada di rumah. Sunah yang batal ku jalani lantas tidaklah meniadakan nikmat syukur ku. Dari setiap detik dan setiap kejadian disanalah terdapat nikmat Allah SWT. Lantas nikmat Allah yang manakah yang pantas kita dustakan?
Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam bersabda,
“Alangkah menakjubkannya kehidupan
seorang mukmin. Sungguh seluruh kehidupannya baik. Hal itu tidak
dimiliki melainkan oleh mukmin. Jika dikaruniai kebaikan; maka ia
bersyukur, dan itu baik untuknya. Dan jika ditimpa keburukan; maka ia
bersabar, dan itu baik untuknya”.
(HR. Muslim dari Shuhaib
radhiyallahu’anhu)
Terima kasih Yaa Illahi atas nikmat ilmu ini. Terima kasih Yaa Illahi atas pengetahuan yang Engkau berikan kepada almarhumah Embahti dan Bunda ku. Terima kasih Yaa Illahi untuk Indonesia ku, semogalah bangsa ini selalu terinspirasi untuk berkarya atas karunia Mu dan jadikanlah kami termasuk hamba-Mu yang selalu mendapat Petunjuk Mu.... Amin.
thank nice infonya, dan jangan lupa kunjungi web kami http://bit.ly/2NJYjZb
BalasHapustiap malam makan mie instan di toko,,, bener2 merugikan,,,
BalasHapusMakan tuh tikus.udah jelas2 itu haram manfaatnya bkn di jadikan makanan bos !! Tapi di jadikan peringatan!
BalasHapusAku nggak kehitung bunuh tikus krn hewan pengganggu
BalasHapusAku nggak kehitung bunuh tikus krn hewan pengganggu
BalasHapusGigitin kabel2 hama petani juga ga ada manfaatnya tikus PE,A
BalasHapusKemarin salonq juga baru di masukin tikus dan di makan kabelnya sehingga rusak,mungkin ini pertanda bahwa q terlalu menikmatinya dan terlalu banyak waktu yang sia" q habiskan buat dengerin musik,
BalasHapusAku sakit hati bngat,,, ikan yg ku beli untuk srpan pagi anak ku,habis dia gondoli,,,pokok nya aku bnci sama tikus yg slalu nyusahin ku tiap malam
BalasHapus