Segala puji bagi Allah yang memiliki ilmu pengetahuan.
Hamba berlindung kepada Mu, yaa Robb....
Mengambil kutipan dari Tempo.Co, edisi tgl 24 Pebruari 2014. Satu judul yang coba kita ulas bersama;
"SERING MAKAN LARUT MALAM, ITU GEJALA SAKIT JIWA"
Hati - hati dengan kebiasaan makan Anda, terutama waktu
makan yang terlalu larut, atau keinginan makan di tengah malam setelah
tidur. Penelitian yang dilakukan Perelman School of Medicine di The
University of Pennsylvania menunjukkan, orang yang suka bangun larut
malam untuk makan biasanya memiliki masalah kejiwaan.
"Kami pikir makan di malam larut adalah sesuatu yang harus diperhatikan
meskipun hanya terjadi hanya di bawah 3 persen dari siswa yang mengalami
gangguan makan berlebih (Binge Eating Disorder)," kata Rebecka Peebles,
Dokter Anak sekaligus Peneliti dari Perelman School of Medicine di The
University of Pennsylvania, kepada Reuters, Sabtu, 22 Februari 2014
Benarkah ?
Baiklah, kita perlu menghormati hasil dari penelitian yang telah dilakukan oleh Dr Rebecka Peebles, mengenai kebiasaan makan di larut malam ada hubungannya dengan kejiwaan seseorang. Tetapi jangan pula kita terburu mengiyakan state tersebut. Bagi kaum Muslim perkara Gizi dan Kesehatan dan Tata krama makan / minum telah dibahas berdasarkan hadis dari Rasulullah Saw dan Ahlul Baitnya.
Nabi Muhammad Saw dalam perilaku pribadi dan sosialnya senantiasa
memperhatikan adab dan akhlak, yang memiliki tujuan khusus dan
hikmahnya masing-masing. Berikut penjabaran yang berkaitan dengan hal tersebut di atas yang memberikan manfaat bagi manusia sesuai dengan tuntunan agama Islam;
Al-Quran surat al-Ahzab ayat 21, Allah swt berfirman, "Sesungguhnya
telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu
(yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari
kiamat dan dia banyak menyebut Allah."
Berkah Allah ada di mana-mana termasuk dalam hal kegiatan makan yang kita lakukan sehari-hari.
Al-Quran surat al-Baqarah ayat 172, "Hai orang-orang yang beriman, makanlah
di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan
bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah."
Mencuci tangan sebelum dan sesudah makan;
“Apabila Rasulullah SAW hendak
tidur sedangkan baginda dalam keadaan junub, maka baginda berwuduk
terlebih dahulu dan apabila hendak makan, baginda mencuci ke dua
tangannya terlebih dahulu.” (Hadis riwayat Ahmad).
Bersyukur dengan apa yang dihidangkan;
Dari Abu Hurairah r.a., “Rasulullah
SAW tidak pernah mencela makanan apabila baginda berselera, baginda
memakannya. Sedangkan jika tidak suka (tidak berselera), maka baginda meninggalkannya.”. (Hadis riwayat Bukhari no. 3563)
Berdoa sebelum dan sesudah makan;
Rasulullah kepada Imam Ali berkata, "Wahai Ali, ketika makan ucapkan Bismillahi Rahmani Rahim, (Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang). Kemudian, setelah selesai ucapkanlah Alhamdulillah (Segala puji bagi Allah)"
Demikianlah supaya menjadi berkah, kita wajib mengawali kegiatan makan dan minum kita dengan berdoa kepada Allah begitupun setelah kita menyelesaikan kegiatan tersebut wajib kita berdoa syukur kepada Allah yang telah memberikan kita rejeki. Doa setelah selesai makan;
Dari Muad bin Anas r.a. berkata :
Rasulullah SAW bersabda, “Sesiapa yang selesai makan, kemudian menyebut,
“Alhamdulillaahilladzi ath‘amani haadzaa wa razaqaniihi min ghoiri
haulin minni walaa quwwatin”, akan diampunkan dosa-dosanya yang telah
lalu." (Hadis riwayat at-Tirmidzi)
Membersihakan sisa makanan
Ajaran Islam sangat lengkap sifatnya menyeluruh, bahkan memperhatikan hingga hal-hal kecil seperti membersihkan sisa makanan. Anjuran agama ini sangat bermanfaat dari sisi kesehatan
dan kebersihan.
Berkumur garam serta menggosok gigi sangat diajurkan dalam Islam karena ini merupakan akhlak
mulia Rasulullah Saw. Tentang keutamaan menggosok gigi, Rasulullah
bersabda, "Bersiwaklah, karena akan membersihkan mulutmu dan baik bagi
gusimu."
Faktor utama terjadinya bau mulut adalah tidak membersikan gigi dari sisa-sisa makanan yang dikomsumsi, dan sikat gigi adalah tindakan yang sangat dianjurkan. Sementara mencicipi garam atau berkumur air garam sebelum dan sesudah makan selain berkhasiat sebagai anti-bakteri garam/air garam
juga dapat meningkatkan air liur dan mencegah keringnya mulut terutama disaat
tidur. Adapun manfaat dari anjuran ini juga dapat mengurangi
bau mulut.
Terkait dengan waktu makan
Berdasarkan riwayat, waktu terbaik makan adalah pagi dan petang. Dalam surat Maryam ayat 62, Allah berfirman, "Mereka
tidak mendengar perkataan yang tak berguna di dalam syurga, kecuali
ucapan salam. Bagi mereka rezkinya di syurga itu tiap-tiap pagi dan
petang."
Dr. Hassan Ravazadeh, pakar kedokteran
tradisional Iran berkata, "Sarapan merupakan waktu terbaik. Ketika itu
makanan harus dikonsumsi sepagi mungkin. Jika terlambat atau mundur
menyebabkan darah tercampur dan kotor. Ketika rasa lapar menguasai
badan di waktu siang, maka kita harus makan secukupnya saja untuk
meredakan rasa lapar."
Islam juga menganjurkan untuk tidak meninggalkan makan malam.
Terkait hal ini, Rasulullah bersabda, "Jangan lupakan makan malam,
meski dengan sebutir kurma kering. Saya mengkhawatirkan umatku cepat
tua karena meninggalkannya. Makan malam merupakan sumber energi yang
baik bagi anak muda maupun orang tua."
Dalam riwayat juga dijelaskan mengenai larangan Islam untuk tidur dalam
keadaan lapar dan sebaliknya juga melarang tidur dalam keadaan
kekenyangan. Dr. Ravazadeh berkata, "Seorang yang menghendaki hidup
sehat harus menjaga jarak antara makan malam dan tidur minimal tiga
jam. Dan jangan tidur dalam keadaan kekenyangan maupun kelaparan."
Demikianlah ulasan kecil ini yang dibuat dari hasil penelusuran beberapa sumber. Semoga dapat memberi manfaat dan masukan terkait dengan hasil penemuan Dokter Anak, Rebecka Peebles, sekaligus sebagai seorang Peneliti dari Perelman School of Medicine di The
University of Pennsylvania.
Alhamdulillah.......... Kebenaran hanyalah milik Allah semata.
Hamba berlindung kepada Mu...... Yaa Allah dari segala ketidakmampuan hamba.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar