Jumat, 24 Oktober 2014

KADO DI PENGHUJUNG TAHUN 1435 H

KADO DI PENGHUJUNG TAHUN 1435H


ALLAHU YAA KARIM!
Inilah kalimat yang keluar dari mulut, sontak cangkir kopi ku kaget, hampir meluap kopi 'bongkar' yang telah terseduh air mendidih.... ooow...oooww....take it easy honey!

"Iya! Hari ini aku merasa adalah hari 'penelanjangan' kemanusiaan ku.....  pagi tadi di penghujung tahun 1435 H,  Uztad Ali Misbah;  telah menyentil rasa 'kemaluan' ku sebagai umat Muhammad saw. Satu wawasan yang Beliau bukakan adalah kisah-kisah para generasi muda yang sudah kehabisan rasa malu & takut kepada Allah SWT. Bertingkah seolah 'CINTA' monyetnya adalah yang paling HAK di atas segala kepentingan! Tuhan Generasi apalah ini..... bermaksiat dengan tanpa merasa berdosa sedikit pun...... Membunuh setelah menjarah tubuh anak-anak perempuan yang tak berdaya!
Pelaku itu, memang, tidak ada hubungannya dengan diri ku. Tetapi karena aku seorang perempuan, aku merasa turut bertanggungjawab atas raibnya 'MALU' itu!

Tak kurang, ku rasa, usaha perempuan yang menjadi Ibu anak muda ini. Terbukti,  anaknya santun dan soleh bahkan menyandang predikat 'BAIK' oleh para guru, orangtua, sahabat dan lingkungan. Lantas kenapa bisa sampai terjerat jiwanya oleh SETAN. Terseret dalam usahanya merakit kebohongan demi pemuasan napsu-napsu yang dimurkai Allah! Tuhan ku dimanakah salahnya ?
*Duryudana, putra Gandari dari Hastinapura, dalam Mahabarata, juga menunjukkan hal serupa seperti kisah di atas. Itu lantaran Gandari, sang Ibu, yang mendidiknya dengan kasih sayang secara berlebihan. Disadari ataupun tidak, banyak perempuan melakukan hal serupa. Bukankah Allah sudah memperingati;

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka; dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. 
(Al Qur'an. At-Taghaabun : 14)

Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu): di sisi Allah-lah pahala yang besar. 
 (Al Qur'an. At-Taghaabun : 15)


Dan.......... SUBHANALLAH!

Email seorang sahabat kembali telah menggelitik kemanusiaan ku..... Terima kasih Yaa Allah, Engkau hadirkan sahabat-sahabat ku untuk ku sebagai pengingat dikala diri ku terlena dalam 'manis'nya sebuah tidur yang berkepanjangan. Entah berapa lama lagi Engkau memberi kesempatan kepada hamba untuk menggelontorkan dosa-dosa yang melekat menyelimuti jasad ini.... Entahlah Robb, semoga ini menjadi renungan akhir tahun yang menggarisbawahi pengabdian ku kepada Mu, di sisa usia ku!

"Jika semua yang kita kehendaki terus kita MILIKI,  darimana kita belajar IKHLAS ?
Jika semua yang kita impikan segera TERWUJUD, darimana kita belajar SABAR ?
Jika setiap doa kita terus DIKABULKAN,  bagaimana kita dapat belajar IKHTIAR ?
Seorang yang dekat dengan TUHAN, bukanlah berarti tidak ada air mata..... Seorang yang taat pada TUHAN, bukan berarti tidak ada kekurangan..... Seorang yang tekun berdoa, bukan berarti tidak ada masa sulit...... Semua ada masanya.
Biarlah TUHAN yang berdaulat sepenuhnya atas hidup kita, karena DIA Maha Tahu. DIA lebih tahu yang tepat untuk memberikan yang terbaik bagi hamba-hamba-NYA.

Ketika kerjamu tidak dihargai, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETULUSAN..
Ketika usahamu dinilai tidak penting, maka saat itu kamu sedang belajar KEIKHLASAN..
Ketika hatimu terluka sangat dalam, maka saat itu kamu sedang belajar tentang MEMAAFKAN..
Ketika kamu lelah dan kecewa, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KESUNGGUHAN..
Ketika kamu merasa sepi dan sendiri, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KETANGGUHAN..
Ketika kamu harus membayar biaya yang sebenarnya tidak perlu kau tanggung, maka saat itu kamu sedang belajar tentang KEMURAHAN HATI..

Tetap semangat….Tetap sabar…. Tetap tersenyum…. Karena kamu sedang menimba ilmu di UNIVERSITAS KEHIDUPAN.

TUHAN menaruhmu di “tempatmu” yang sekarang, bukan karena “KEBETULAN”
Orang yang HEBAT tidak dihasilkan melalui kemudahan, kesenangan, dan kenyamanan MEREKA di bentuk melalui KESUKARAN, TANTANGAN & AIR MATA.
Allah, Tuhan ku Pengasih, Terima kasih atas kado akhir tahun ini dan jadikanlah ini sebagai berkah bagi kami, hamba-Mu,  di tahun depan yang tinggal beberapi detik....... Terima kasih Robb!
 
 
 SELAMAT TAHUN BARU, 1 MUHARRAM 1436
 SEMOGA DAMAI MENYELIMUTI BUMI NEGERI KU, INDONESIA

Kamis, 23 Oktober 2014

TIKUS KEBAIKAN ALLAH SWT BAGI MANUSIA

TIKUS KEBAIKAN ALLAH SWT BAGI MANUSIA

Bismillah......
Tidak seperti biasanya, hari ini, kamis, cangkir kopi ku mengebulkan aroma nikmat white coofee yang punya ikon "bongkar". Entah kenapa saat pertama kali menyeruput lidah ku sudah terasa nyaman dengan rasanya, dan semenjak itu laci meja kerja ku berubah fungsi menjadi gudang white coofee hhmmm.......senangnya. Tapi cangkir kopi ku justru protes dan akupun diintrogasi "kenapa hari ini aku harus melayani mu seharusnyakan aku libur senin - kamis ?"

Akupun menampakkan raut wajah sedih ku, seharusnya  hari ini aku memanjakan Pemilik jiwa raga ku, Allah SWT, dan mematuhi kebiasaan Junjungan ku, Rasul ku, Muhammad SAW. Kebiasaan yang memberikan kedamaian di hati, belajar istiqomah melakukan puasa sunah. tetapi hari ini aku tidak melaksanakannya. Mata ku menatap cangkir kopi yang selalu setia menemani ku bekerja dari jam 7.30 hingga jam 19.00 wib, it's my inspirated friend, aku bangga padanya.Lantas kenapa aku melalaikan hari raja ini ? Nah, begini ceritanya;

Aku sangat bersyukur sekali, kalaulah bukan karena kebaikan my veri very Best Friend, Allah SWT, manalah mungkin hampir di setiap hari kamis aku selalu mendapat rejeki. Begitupun kemarin selepas solat maghrib, seorang teman mengampiri ku dengan membawa dua kotak; kotak kecil berisi snack & kotak besar berisi nasi dan lauk pauknya, alhamdulillah.... mereview pekerjaan ditemani snack, nikmatnya!

Nasi, ku bawa pulang untuk hidangan sahur, tiba waktunya sebelum ku santap seperti biasa ku cicipi terlebih dahulu. Subhanallah, belum rejeki ku rupanya, ternyata nasi & lauk pauk ini sudah tidak enak untuk disantap. Aku urung sahur dan dengan perasaan sedih aku juga mengurungkan puasa sunah. Iihh... cemen, masak cuma gara-gara gak makan sahur menunda niat? Persoalan bukan terletak pada sahur dan tidaknya, tetapi gara-gara mencicipi makanan tadi lidah ku menjadi panas. Rupanya bakteri yang sudah mulai berkembang biak dalam makanan tersebut sempat mampir di lidahku saat mencicipi makanan tadi. Begitu cepatnya kinerja bakteri ini, luar biasa!

Secara, makanan ini sudah tidak memberi manfaat kepada tubuh manusia ku, tetapi pasti masih ada manfaatnya bagi yang lain.  Aku yakin itu, karena Allah sudah merancang eko system kehidupan yang selalu ada penyeimbang. Terngiang pesan embahti (nenek) di benak ku, Beliau sangat menghargai setiap rejeki yang diberikan dan paling marah bila aku membuang makanan atau sisanya ; 
"Jangan biasakan membuang makanan, masih banyak yang memerlukannya. Kasihkan saja pada hewan; kucing, ayam, bebek bahkan tikus, itu lebih baik. Setiap perbuatan baik selalu ada manfaatnya".

Mendiang Embahti tidak pernah mengada-ada, semua nasehatnya selalu memberikan kebaikan kepada ku, tentunya juga dalam hal sisa makanan ini, seperti biasa aku coba brosing dan mintakan petunjuk kepada Kaidah, ternyata embah Google pun mengiyakan nasehat Embahti ku tercinta;
Dan Allah berfirman dalam Al Qur'an;
“Sesungguhnya Alloh tidaklah menzholimi seseorang walaupun sebesar zarrah, dan jika ada kebajikan sebesar zarrah, niscaya Alloh akan melipatgandakannya dan memberikan dari sisi-Nya pahala yang besar”. (QS. an-Nisa [4]: 40)

“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah-pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya”. (QS. Az-Zalzalah [99]: 7)


Rosululloh  juga bersabda:
(( لَا تَحْقِرَنَّ مِنَ اْلمَعْرُوْفِ شَيْئاً ))
“Janganlah kamu memandang remeh sekecil apapun suatu kebaikan”.
(HR. Muslim)

Sangatlah meruginya diri ku bila kotak berisi nasi dan lauk pauk ini ku buang percuma begitu saja. Seperti nasehat embahti, masih ada manfaatnya bagi ku maupun bagi tikus. Di belakang dekat jemuran di sana ada tumpukan kayu dan di situ aku pernah melihat tikus. Hai! Kenapa harus tikus ? Itukan binatang menjijikan dan lagi penyebar virus, tikus tidak bermanfaat!  Lantangnya sahabat ku mencibir perbuatan berbaik ku pada tikus.

Apa salahnya tikus?

Uztad Yusuf Mansyur, insyallah karena sedekahnya yang istiqomah pada semut, dia dibebaskan dari hukuman penjara di samping kekuatan imannya kepada Allah SWT. Aku mantap melakukan ini apalagi ku yakin pada perkataan mendiang ibu ku, "Tidak ada satupun ciptaan Allah yang tidak bermanfaat. Allah tau betul dengan apa yang diciptakan-NYA. Berkata dan bersikap baiklah terhadap semua ciptaan Allah, karena itu tandanya kamu bersyukur dan menghormati diri mu, nak."   

Tikus, dalam pandangan mata manusia awan, adalah binatang yang merugikan karena fisik dan kebiasaan hidupnya sangat menjijikkan; bau dan penyebar virus. Betul! Tetapi bisakah kita melihat tikus dari sisi baiknya? Yakni dari sisi penciptaannya

Tikus yang dipandang merugikan bagi kalangan orang biasa, tetapi tidak bagi sebagian kalangan. Manusia dilebihkan dengan akal namun sering kali manusia merasa dirinya lebih bermanfaat dari pada makhluk lainnya. Pengetahuan manusia amatlah terbatas.  

 sia-sia ali imran 191
 “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka
(QS Ali Imran: 191)

Tikus termasuk hewan mamalia karena berkembang biak dengan beranak. Menurut ekosistemnya tikus terbagi dalam;
1. Tikus Got
     Hidupnya di dalam got, tubuhnya tambur karena kerakusannya memakan apa saja yang ada di depannya.
2. Tikus Rumah/tikus coklat
     Hidupnya di rumah-rumah, gerakannya lincah dengan tubuh tidak terlalu besar, lebih pintar.
3. Tikus Curut,
     Tubuhnya kecil, lebih hitam dan mengeluarkan bau yang sangat menyengat. 


BEBERAPA MANFAAT TIKUS BAGI KEHIDUPAN MANUSIA;

1. Obyek penelitian. Para peneliti medis mengambil manfaat tubuh tikus sebagai obyek penelitian. Suatu penemuan yang berhubungan dengan obat-obatan, sebelum dipergunakan untuk konsumsi tubuh manusia, terlebih dahulu diuji cobakan pada tikus untuk kemudian diambil diagnosanya. Bahkan, dari hasil penelitian, tikus telah digunakan untuk teknik jaringan, sebuah proses yang kontroversial dimana tikus dapat menumbuhkan kulit dan tulang rawan untuk ditransplantasi pada manusia.  



 2. Sumber protein hewani. Untuk beberapa negara dan daerah yang tingkat kehidupannya mengalami kekurangan atau kesulitan memperoleh sumber protein seperti saudara-saudara kita yang tinggal di Afrika, Cina, Korea bahkan di Manado dan Papua, tikus tanah/sawah atau Bandikut banyak dikonsumsi sebagai sumber protein hewani keluarga. Tidak terlalu jelek karena kandungan yang ada dalam daging tikus tanah cukup tinggi.
Perbandingan kandungan gizi daging "Tikus" Tanah dengan beberapa produk daging lainnya
Kandungan gizi
Bandikut
Ayam1
Babi2
Rusa3
Sapi3
Domba3
Air (%)
72.62
68
41,1
70.8

63.6
Protein (%)
18.62
31,5
11,2
24.7
22
17.4
Lemak (%)
3.22
1,3
47,0
3.3
6.5
18.2
Abu
2.63

0,6



Energi ME (kj/100g)
1090
621

545
891
969
Kolesterol (mg/100g)



66
67
72
 Keterangan:  1 Mountney & Parkhurs (1995); 2 Pearson & Tauber (1984); 3 Subekti (1995)

 
3. Sumber Pendapatan. Tikus sawah atau bandikut dapat menjadi sumber pendapatan rakyat. Selain karena daging tikus sawah/tanah atau Gambia mengandung zat-zat yang dibutuhkan manusia untuk mengobati kanker dan menghambat perkembangan sel-sel kanker serta dapat menjadi antioxsidant. Daging tikus sawah diolah menjadi berbagai panganan dengan rasa dan sajian yang berselera. 








4. Komoditas Ekspor. Berawal dari penyerangan tikus sawah yang merambah pertanian wilayah Jogjakarta dan sekitarnya secara membabi buta, maka Dinas Pertanian bekerjasama dengan Pusat Studi Pengendalian Hayati (PSPH) UGM membuahkan dua hal, yaitu pelatihan pengendalian hama tikus berkelanjutan dan upaya penangkaran burung hantu sebagai musuh alami.
Kepala PSPH UGM Prof Dr Ir Soeprapto Mangoendihardjo saat dihubungi Pembaruan di kantornya, baru-baru ini, mengatakan, ide yang ditawarkan termasuk menjadikan tikus sebagai komoditas ekonomi.
Bukan hanya kulit yang dimanfaatkan sebagai bahan baku kerajinan, tetapi juga daging tikus mampu dijadikan komoditas ekonomi. Antara lain sebagai bahan pangan yang diolah untuk manusia maupun pakan ternak.
Menurutnya, tikus sebagai bahan pangan untuk manusia saat ini sudah banyak dikembangkan. Antara lain di wilayah Godean Sleman, dan Ambarawa. Daging tikus olahan yang disebut karkas hanya terdiri dari bagian badan tidak termasuk kepala dan jeroan. Bagian kepala dan jeroan masih bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku pakan ternak sebagai pengganti konsentrat yang sangat diperlukan untuk pakan ikan atau yang lainnya.
Pusat Studi Pengendalian Hayati UGM adalah salah satu mitra Pemerintah Kabupaten Sleman dalam upaya penanggulangan hama tikus sawah yang berkelanjutan. Dampaknya, kini Sleman telah siap untuk menjadi eksportir barang-barang kerajinan sejenis sarung golf yang terbuat dari kulit tikus.
Di luar negeri, sarung tangan golf dari kulit tikus dianggap memiliki keunggulan karena relatif lebih tipis, kuat, dan enak dipakai dibanding kulit binatang lainnya seperti kerbau dan sapi. Karena itu, harga jualnya dalam dolar AS relatif tinggi sehingga akan menambah nilai ekspor dari Sleman yang pada gilirannya meningkatkan PAD dan kesejahteraan masyarakat. (Suara Pembaruan Daily - Minggu, 24 Juni 2001).

 

'Syukur nikmat'- itulah yang menjadi alasan ku untuk sedikit berbaik hati pada tikus-tikus yang ada di rumah. Sunah yang batal ku jalani lantas tidaklah meniadakan nikmat syukur ku. Dari setiap detik dan setiap kejadian disanalah terdapat nikmat Allah SWT. Lantas nikmat Allah yang manakah yang pantas kita dustakan? 

Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam bersabda,
“Alangkah menakjubkannya kehidupan seorang mukmin. Sungguh seluruh kehidupannya baik. Hal itu tidak dimiliki melainkan oleh mukmin. Jika dikaruniai kebaikan; maka ia bersyukur, dan itu baik untuknya. Dan jika ditimpa keburukan; maka ia bersabar, dan itu baik untuknya”. 
(HR. Muslim dari Shuhaib radhiyallahu’anhu)

Terima kasih Yaa Illahi atas nikmat ilmu ini. Terima kasih Yaa Illahi atas pengetahuan yang Engkau berikan kepada almarhumah Embahti dan Bunda ku. Terima kasih Yaa Illahi untuk Indonesia ku, semogalah bangsa ini selalu terinspirasi untuk berkarya atas karunia Mu dan jadikanlah kami termasuk hamba-Mu yang selalu mendapat Petunjuk Mu.... Amin.